berdo’alah

bismillahirrahmanirrahim..

mari kita sharing ayat ini teman2..

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (2:186)

ada beberapa riwayat yang ditemukan tentang ini..
pertama,ayat ini turun berkenaan dengan datangnya seorang Arab Badui kepada Nabi SAW yang bertanya: “Apakah Tuhan kita itu dekat, sehingga kami dapat munajat/memohon kepada-Nya, atau jauh, sehingga kami harus menyeru-Nya?”
Nabi SAW terdiam, hingga turunlah ayat ini (S. 2: 186) sebagai jawaban terhadap pertanyaan itu…
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Marduwaih, Abussyaikh dan lain-lainnya dari beberapa jalan, dari Jarir bin Abdul Hamid, dari Abdah as-Sajastani, dari as-Shalt bin Hakim bin Mu’awiyah bin Jaidah, dari bapaknya yang bersumber dari datuknya.)

Menurut riwayat lain, ayat ini (S. 2: 186) turun sebagai jawaban terhadap beberapa shahabat yang bertanya kepada Nabi SAW: “Dimanakah Tuhan kita?”
(Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaq dari Hasan, tetapi ada sumber-sumber lain yang memperkuatnya. Hadits ini mursal.)

ada pula riwayat lain, ayat ini (S. 2: 186) turun berkenaan dengan sabda Rasulullah SAW: “Janganlah kalian berkecil hati dalam berdoa, karena Allah SWT telah berfirman “Ud’uni astajib lakum” yang artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku mengijabahnya) (S. 40. 60). Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Wahai Rasulullah! Apakah Tuhan mendengar doa kita atau bagaimana?” Sebagai jawabannya, turunlah ayat ini (S. 2: 186)
(Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir yang bersumber dari Ali.)….

Menurut riwayat lain, setelah turun ayat “Waqala rabbukum ud’uni astajib lakum” yang artinya berdoalah kamu kepada-Ku, pasti aku mengijabahnya (S. 40: 60), para shahabat tidak mengetahui bilamana yang tepat untuk berdoa. Maka turunlah ayat ini (S. 2: 186)
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari ‘Atha bin abi Rabah.)….

yang pasti..
kekuatan doa janganlah diremehkan..
yuk mari kita berdoa..
Allah lebih menyukkai orang2 yang meminta kepadaNYA..
JANGAN SOMBONG!
setelah tau ini,masih malukah anda untuk berdoa?
INSYA,Allah dikabulkan lho..
mari kita galakkan masyarakat gemar berdoa.. hal yang baik tentunya..

wallahualam..

Leave a comment »

Check out this slick 3D chat world for Windows: http://www.clubcooee.com/signup/s/87756d77ab24

Do you know Club Cooee?

Leave a comment »

Bagaimana Memilih Perkataan Yang Cocok?

tulisan imam reiza fahlevi:

“Ajaklah orang-orang berbicara tentang hal-hal yang membuat mereka suka mendengarkannya, bukan hal-hal yang kau suka untuk menceritakannya.”

Kebanyakan dari kita ketika berbicara selalu memikirkan diri masing-masing tanpa peduli apakah sang pendengar menyukainya atau tidak. Pilihlah topik yang cocok untuk dibicarakan. Jika berbicara dengan seorang pemuda tentu akan berbeda bila kita berbicara dengan seorang kakek atau bahkan anak-anak. Oleh karena itu memilih perkataan yang pas adalah salah satu cara untuk meikat hati orang lain. Rasulullah selalu memerhatikan hal tersebut.

Suatu masa Nabi pernah berperang bersama-sama seorang pemuda yang bernama Jabir. Ayah Jabir terbunuh di Uhud dan meninggalkan saudara perempuan dan banyak utang. Nabi melihat Jabir bersama untanya begitu lambat. Kemudian Rasulullah memecut unta Jabir dengan pelan dan ternyata unta Jabir dapat berlari dengan kencang.
Ketika masalah dengan untanya selesai, Nabi ingin sedikit berbincang Jabir. Pemuda seperti Jabir biasanya sangat senang ditanya tentang pernikahan dan mencari kerja.
“Wahai Jabir, kau sudah menikah?” tanya Rasulullah.
“Sudah!”
“gadis atau janda?”
“Janda”
Rasulullah tampak kaget dan berkata,”Mengapa bukan gadis agar kalian dapat ‘bermain’?” canda Nabi.
“Wahai Rasulullah, ayahku terbunuh di perang Uhud. Ia meninggalkan sembilan saudara perempuan. Mereka tidak punya siapa-siapa selain aku. Karena itu, aku tidak mau menikahi gadis yang seusia mereka. Sebab bisa jadi akan menimbulkan banyak pertengkaran diantara mereka. Aku pun menikahi perempuan yang lebih tua agar bisa menjadi ibu bagi mereka semua.” jawab Jabir.
Rasulullah melihat Jabir sebagai pemuda yang rela berkorban. Kemudian Rasulullah berkata,”Wahai Jabir…”
“Ya Rasulullah?”jawab Jabir.
“Maukah engkau menjual untamu kepadaku?”
Jabir berpikir. Unta tersebut adalah satu-satunya miliknya. Namun ia takut untuk menolak keinginan Rasulullah.
“Baiklah wahai Rasulullah, berapa?” kata Jabir
“Satu dirham”
“Aku rugi wahai Rasulullah”
“kalau begitu, dua dirham”
“Tidak wahai Rasulullah. Aku rugi.”
penawaran terus -menerus berlanjut hingga akhirnya mencapai angka empat puluh dirham.
“Baik” kata Jabir dengan syarat ia masih tetap mengendarai untanya hingga Madinah.
“Baik” Rasulullah mengiyakan.
Sampai di Madinah, Jabir menurunkan barang-barangnya dri atas untanya untuk kemudian unta tersebut diserahkan kepada Rasulullah. Namun ternyata Rasulullah memberikan kembali unta tersebut kepada Jabir.
Jabir kembali kepada Rasulullah dan berkata,”Tidakkah engkau menginginkan unta ini wahai Rasulullah?”
“Apakah engkau melihatku tawar-menawar denganmu karena menginginkan untamu?” Maksudnya, aku menawar dengn harga rendah bukan karena menginginkan untamu, melainkan untuk mengetahui berapa aku harus memberimu uang yang bisa membantumu.

Sungguh luar biasa apa yang dilakukan oleh Rasulullah. Semua yang dilakukannya tidak ia pelajari dari bangku kuliah atau penelitian bertahu-tahun. Itu semua merupakan karunia Allah terhadap hambanya. Kita bisa melihat bagaimana Rasulullah memikat hati seorang pemuda seperti Jabir. Rasulullah tidak secara terang-terangan berkata ingin membatu Jabir. Lebih dari itu ia ingin tahu seberapa banyak Beliau harus membantu Jabir. Subhanallah…

Sumber:
Nikmati Hidupmu (2008)
Dr.Muhammad al_Arifi

Leave a comment »

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1) »